Judul: Menafsir Fungsi & Makna Mitos Kuri dan Pasai dalam Perspektif Budaya Wamesa
Penulis: Rinetha Stella Suabey, S.S., M.Hum
Penerbit: Rayaz Media
Sinopsis:
Buku ini menyajikan kanan komprehensif mengenai Mitos Kuri dan Pasai, salah satu warisan sastra lisan paling berpengaruh dari etnik Wamesa di leluk Wondama, Papua Barat. Melalui analisis yang mendalam, buku ini menampilkan bagaimana mitos ini tidak sekadar menjadi cerita turun-temurun, tetapi juga berfungsi sebagai sumber nilai, identitas, moral, religiusitas, dan struktur sosial masyarakat Wamesa sejak masa lampau hingga hari ini.
Dengan pendekatan estetis dan simbolik, pembaca diajak memahami keindahan naratif serta kekuatan simbol budaya dalam mitos Kuri dan Pasai mulai dari tokoh raksasa, tifa (fivorotu), sagu (ana), bambu (mamura), hingga arah mata angin dan figur ibu, Setiap simbol ini diuraikan maknanya dalam kosmologi, relasi manusia-alam, serta cara masyarakat Wamesa memandang dunia. Analisis menunjukkan bahwa struktur mitos menyimpan representasi mendalam tentang cara hidup, nilai, dan identitas kultural etnik Wamesa. A
Buku ini juga menonjolkan fungsi didaktis mitos, yang memuat pesan moral seperti pentingnya kejujuran, menghormati orang tua, menghindari perselisihan, serta menjaga keseimbangan dalam keluarga dan komunitas, Konflik antara Kuri dan Pasai digambarkan sebagai konsekuensi dari tindakan moral yang menyimpang, yang tetap relevan sebagai pendidikan karakter bagi generasi muda Wamesa,
Selain itu, disajikan pula fungsi religius dari mitos ini, yang dipandang sebagai kisah keramat dan bagian dari sistem kepercayaan masyarakat. Keyakinan bahwa Kuri dan Pasai “akan kembali dibaca dalam dua perspektif: kepercayaan lokal pra-Kristen dan permaknaan baru seiring masuknya agama Kristen. Buku ini memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dan agama baru dapat saling berbaur dan saling memperkaya pengalaman spiritual masyarakat.
Pada sisi sosial, buku ini menunjukkan bagaimana mitos Kuri dan Pasai berperan sebagai perekat komunitas, penjaga identitas kolektif, dan sarana untuk mentransmisikan nilai budaya antar generasi, Cerita ini menjadi media interaksi, ruang refleksi bersama, dan simbol kebanggaan masyarakat Wamesa, sehingga tetap hidup dan memiliki fungsi sosial yang kuat hingga kini.
Melalui kombinasi antara data tekstual, analisis budaya, dan interpretasi simbolis, buku ini menghadirkan pemahaman menyeluruh bahwa mitos adalah teks budaya yang hidup, yang terus membentuk cara masyarakat memahami diri, sejarah, relasi sosial, serta hubungan mereka dengan dunia spiritual dan alam sekitarnya. Buku ini relevan bagi akademisi, mahasiswa, peneliti sastra dan antropologi, pendidik, serta seluruh pembaca yang ingin mengenal kekayaan budaya Papua Barat secara lebih mendalam dan terstruktur,
Cetakan Pertama: Januari 2026




