Kenapa Berthoriqoh?
Subjudul: Jalan Pulang Jiwa-jiwa yang Tenang
Penulis: Budi Rahman Hakim, MSW, Ph.D.
Penerbit: Rayaz Media
Sinopsis:
Hidup modern memberi kita semakin banyak pilihan, tetapi tidak selalu memberi arah. Kita bisa terhubungdengan banyak orang, bekerja lebih cepat, mengejarlebih banyak pencapaian, dan tetap merasa ada sesuatuyang belum selesai di dalam diri. Di tengah dunia yang semakin ramai, banyak orang justru mulai merindukansatu hal yang sederhana: Ketenteraman Hati.
Di titik itulah pertanyaan buku ini bermula: KenapaBerthoriqoh?
Buku ini tidak menawarkan thoriqoh sebagai jalanpintas untuk menghapus semua masalah, apalagi sebagaialasan untuk menjauh dari kehidupan. Thoriqoh dibacasebagai Jalan Latihan Ruhani—belajar mengingat اللهmelalui Dzikir, mengenali diri melalui Muḥāsabah, mendidik ego, membangun Akhlak, serta berjalanbersama Mursyid dan rutin melakukan Suhbah.
Dengan bahasa yang reflektif namun mudah dipahami, buku ini mengajak pembaca menelusuri kegelisahanmanusia modern, hiruk-pikuk dunia digital, maknadzikir, pentingnya pembimbing ruhani, batas-batas otoritas, rasa memiliki dalam komunitas, hinggatantangan mencari Tuhan di tengah kota dan algoritma.
Pada akhirnya, berthoriqoh bukan tentang menjadimanusia yang lari dari dunia. Justru sebaliknya: menjadi lebih tenang tanpa pasif, lebih lapang tanpakehilangan ketegasan, dan lebih dekat kepada اللهtanpa menjauh dari kehidupan.
Sebab jalan pulang bukan tentang seberapa jauh kitapergi.
Ia tentang kepada siapa hati kita selalu kembali.
Cetakan Pertama: September 2026




