Sepiring Berdua (Keluargaku surgaku, menghimpun hikmah yang terserak)
Penulis
Mahyudin Purwanto
Sinopsis
Awalnya terinspirasi oleh ekosistem literasi di media komunikasi yang tertempel pada dinding sekolah dan masjid, Mahyudin Purwanto berevolusi menjadi pionir narasi adaptif. Beranjak dari kegemaran itu, membuatnya menjadi penulis naskah cerita sandiwara radio di lampung dan penampil karya pantun di TVRI. Memasuki era berikutnya, ia bermetamorfosa dalam menyemai ide dan prepektif sebagai blogger diberbagai media seperti Blog detik.com dan ice-cube,.
Lintasan kreatifnya terus berkembang, melahirkan konten terstruktur dan genre artikel analitis, kolom opini, jurnal dan esai mendalam yang tersebar di jaringan media massa terkemuka seperti Republika, Pikiran Rakyat, Kompas, Tabloid & Jurnal MQ, Media Indonesia, Tabloid bunda, Tabloid Nakita, Majalah Ummi, Majalah Ayahbunda, Buletin Nafas, buletin Jumat dan sebagainya termasuk media online. Bahkan sebelum memasuki fase redefinisi karir, talenta naratifnya bertransformasi menjadi prototipe hiburan edukatif melalui scenario video animasi anak dan cerita bergambar anak.
Sebelum memasuki masa transisi “retairement” hingga akhirnya menjadi nyata di Tahun 2021 lalu, keahliannya bermetamorfosis lebih jauh, merangkai lirik lagu, menyusun script, memvisualisasikan ide melalui storyboard, hingga pengarah artistik sinematografi video musik dan drama pendek. Mahyudin Purwanto bukan sekadar penulis, melainkan seorang arsitek pengalaman naratif, yang secara organik beradaptasi dan berinovasi melintasi berbagai medium, membuktikan bahwa kreativitas adalah algoritma yang terus berkembang.
Cetakan Pertama : Mei 2025




